Tampilkan postingan dengan label Backpacker-Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backpacker-Traveling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Dari Balikpapan ke Banjarmasin

Tadaaaa, ini perjalanan yang tiba-tiba dan gak jelas yang pernah aku lakukan seumur hidupku.. Halaahh, sampai lebay gitu...hihiih.. Tetapi penasaran sama Kalimantan untuk segera diinjak membuat aku nekat kesana walaupun pada akhirnya menuai sedikit perselisihan dengan pihak lain... :D

Jumat siang aku sudah beranjak dari kantor ke bandara dengan bekal ijin dari penyelia, maklum lah ya jam kantor belum kelar, bahasa halusnya sihh membolos... Sampai di bandara yang nyaris telat, aku check in dan segera menuju ke ruang tunggu menunggu penerbangan ke Balikpapan.

Sampai di Balikpapan dijemput teman kuliah dan dijamu dengan baik oleh mereka. Makan kepiting yang katanya terkenal di kota itu menjadi pilihan aku, dan dibawa ke tempat makan bernama Dandito yang ternyata bisa dibilang paling terkenal disana. 

Habis makan, aku diajak nongkrong oleh mereka di tempat semacam kafe yang ada live music nya, tempatnya gak mengecawakan sih dan serasa ada di Bali dengan konsep kafe nya itu. Kalo gak salah ingat sih namanya 'Warjo", semoga gak salah ingat... :D


Besoknya aku melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, inilah tujuan aku yang sebenarnya untuk melihat Pasar Terapung yang sedikit membuat aku penasaran. Lagi-lagi aku dijemput teman kampus aku sesama di Mapala bersama istrinya yang juga teman kampus. Numpang di rumah mereka semalam dan minggu subuh diantar pula ke lokasi pasar terapung di Sungai Barito yaitu Pasar Terapung Lok Baintan. 

Sayangnya pagi itu kabut asap menghiasi langit Sungai Barito, katanya lagi banyak hutan gambut yang terbakar sehingga pemandangan tidak terlihat dengan jelas. Bahkan di lokasi pasar terapung, kabut asap masih terlihat, tetapi sekali lagi jangan sampai kabut asap menghalangi kenarsisan aku.. :D

Karena sudah berada di banjar, tak lupa aku mencicipi Soto Banjar asli buatan orang sana dan langsung dari kota sebenarnya. Soto Pak Amat (semoga gak salah juga namanya) ini sangat ramai pengunjung karena memang merupakan lokasi sewa perahu untuk ke pasar terapung. Dari rasa dan tampilan sangat beda dengan buatan orang di kota aku, kalau kalian mau tau mungkin lebih baik mencicipi langsung disana...hihihi

Selamat pagi Sungai Barito... :)


Di Banjarmasin juga terdapat Pasar Martapura bagi kalian yang menukasi perhisan dari batu seperti cincin, mata kalung dan lainnya. Aku sempat berkunjung kesana tapi tak tertarik untuk membeli,,, seperti bahasa pembenaran karena dompet kosong...hihihi.. :D

Road to Palu 46

Setiap kantor pasti punya komunitas yang tercipta karena kesamaan hobby, begitupun di tempat aku bekerja mencari uang buat beli pulsa... *lohh... :D.. Komunitas yang paling nampak disini yaitu "Bikers 46", orang-orang yang punya motor besar dan suka jalan pasti bergabung disini.

Beberapa bulan kemarin, mereka merencanakan kegatan toring ke Palu dengan jalur memutar dengan rute Parepare-Palopo-Mangkutana-Poso-Palu-Pasangkayu-Mamuju-Polewali-Parepare. Dimana keberangkatan jumat siang dan (harus) tiba minggu malam, yaiyalaah, senin pagi sudah harus duduk manis di kantor untuk bekerja.

Aku yang kebetulan duduk-duduk sore diajakin ikut sama mereka dengan jaminan ikut di kendaraan savety car jadi gak usah khawatir capek naik motor. Spontan otak aku berpikir, wahh bakalan seru ini kapan lagi bisa lintas kota kayak begini. Sambil senyum aku mengiyakan ikut tetapi setelah dapat ijin dari 'orang-orang penting buat aku'...hihihihi

Ijin ditangan dan aku fix ikut touring tersebut, setelah briefing dan doa perjalanan dimulai. Malam pertama dihabiskan di Mangkutana dan malam kedua di Kota Palu. Tetapi kami yang berada di mobil savety car tak bisa menikmati perjalanan yang sebenarnya dikarenakan tertahan oleh pekerjaan jalan selama 9 jam di daerah perbatasan. Padahal aku sangat penasaran dengan daerah bernama Wentira yang konon katanya merupakan Kota Jin dan hanya dapat dilihat oleh orang yang berniat baik, benar atau tidaknya cerita itu aku kurang tahu pasti.

Jadi perjalanan ke Palu tidak bisa kami nikmati di siang hari, kecuali mereka yang menggunakan motor. Bisa dibilang perjalanan aku ini memang benar-benar habis di jalan... :D.. Tetapi ada pelajaran yang bisa aku dapat yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah belajar SABAR.. -__-

Dan sebagai orang yang senang (di)foto, tidak mungkinlah aku gak punya foto untuk di pamer.. Ini loh foto-fotonya, maap merusak mata kalian...hehehe


Sankyu sudah mampir di room ini... :*

Lanjukkang Island

Makassar, siapa yang sangka mempunyai pulau-pulau kecil yang indah untuk dikunjungi??.. 
Pulau Lanjukkang yang merupakan bagian dari Spermonde memang mempunyai daya tarik tersendiri, pulau kecil dengan jarak +/- 40 km dari makassar atau setara dengan lama perjalanan +/- 3 jam dengan kapal kayu. Pasir putih dan keindahan bawah laut bisa memberikan kesenangan tersendiri untuk para penikmat pantai dan laut.

Diajak oleh seorang teman yang memang lagi suka bermain di laut tak aku tolak saat itu, pikirku selain tidak ada kegiatan mengenal orang baru mungkin tak ada salahnya. Temanku yang memang memiliki komunitas sedang membuat open trip, tapi tak kusangka dan tak kuduga kalo yang join ini cukup banyak sekitar 40 orang dan yang aku kenal cuma dua orang saja.. Yo wess gak papa, sok akrab saja sama beberapa orang yang juga baru ikut.

Kami berkumpul di pelabuhan paotere yang ada di Makassar dikarenakan menunggu semua peserta hadir, setelah lengkap kami pun menuju Pulau Lanjukkang tersebut. Ombak cukup besar membuat goyangan kapal sangat terasa dan terlihat ada yang sampai mabok laut pemirsa...hahahhaa

Tiga jam berada di laut, akhirnya sampai juga. Yaahhh, memang indah disini, pasir putih yang bersih membuat mataku sangat menikmati keadaan pulau itu. Kami memasang tenda untuk tempat menginap, karena tak ada penginapan, yang ada hanya rumah-rumah penduduk. Katanya sih bisa ditempati nginap, cuma karena kita pesertanya banyak jadi ya tidur di tenda saja sepertinya lebih seru.

Besok pagi, sebagian besar melakukan free dive, tapi aku lebih memilih ikut sama orang-orang untuk keliling pulau sambil foto-foto, yahh jiwa model memang sudah tak bisa aku hindari...hihihi *Dilarang Protess yaa!!! :D :D :D... Sayang kalau kalian tak bisa menikmati keindahan pulau tersebut, berikut aku bagikan foto (aku) selama disana...hihihi


Fotonya gak banyak dan gak wahh, karena aku memang lebih suka di foto daripada memfoto...hehehe..
Jadi kalo penasaran, mendingan lihat langsung deh pulau cantik ini.... :*

Kamis, 28 November 2013

Rammang-Rammang Maros

This is late post,hehehe... :D
Kunjungan ke tempat ini sudah beberapa bulan yang lalu tapi karena kelamaan gak ngeblog jadi baru sempat saya ceritakan. Tetapi saya tidak mau bercerita lebih banyak lagi dan hanya ingin berbagi gambar saja biar ketahuan indahnya tempat ini.

Lokasi Desa Rammang-Rammang terletak di Kab. Maros, Sulsel tepatnya berada di jalan masuk pabrik semen Bosowa. Untuk sampai ke tempat ini dapat menggunakan kendaraan motor dan mobil. Walaupun jalan agak sempit dan tidak beraspal tapi tidak sampai merusak kendaraan anda.... :D










Jadi di Rammang-Rammang ini terdapat penyewaan perahu untuk ke desa yang ada di dalam, biaya sewa kapal kurang lebih Rp. 150rb - Rp. 200rb tapi masih bisa ditawar buat yang jagi menawar... :D
Pemandangan yang terlihat seperti gambar-gambar saya diatas, batu karts yang tampak di sepanjang jalan menuju tempat penyewaan kapal tersebut dan kalo anda penasaran silahkan berkunjung langsung kesana.... ^_^

Rabu, 27 November 2013

Batutumonga Tana Toraja

Yeah, setelah berulang kali mengunjungi Tana Toraja baru pada kesempatan ini berhasil menginjakan kaki di Batutumonga, kawasan ini merupakan kawasan tinggi yang ada di Tana Toraja.
Weekend kemarin saya mengunjungi Tana Toraja (untuk part kesekian kalinya), Sabtu pagi tiba di Kota Rantepao setelah menempuh perjalanan +/- 8jam dengan bus. Sekarang sudah banyak bus yang berangkat dari Makassar menuju Toraja terserah mau pilih yang jam 10 pagi atau jam 10 malam, harga standar Rp. 125rb per seat-nya.

Sabtu pagi, saya tiba di Kota Rantepao yang merupakan kawasan wisata Tana Toraja. Untuk sampe ke Rantepao saya terlebih dahulu melalui Kota Makale, kota ini cukup ramai dengan aktivitias pemerintahan. Saya disambut dengan patung selamat datang yaitu Patung Lakipadada yang merupakan bangsawan di Tana Toraja.


Setelah sampai di rantepao, saya mencari penginapan dan beristirahat sejenak. Siang hari mencari makan siang dan menyewa motor milik salah satu pegawai penginapan yang saya tempati. Setelah makan siang, saya langsung capcuss menuju Batutumonga dengan berbekal jalur yang diketahui lewat informasi pegawai hotel. 

Jalan yang dilewati merupakan pendakian (yaiyalaah, kan menuju puncak), masih banyak terdapat penduduk dengan rumah-rumah model khas Tana Toraja. Jalan yang saya lewati tidak begitu mulus, sebagian jalan sudah rusak tetapi pemandangan yang nampak seperti penampakan (hahahaha) berhasil mengalihkan pandangan saya dari jalan yang rusak tersebut.

Dan terenteng teng teng, inilah beberapa gambar yang berhasil saya ambil selama perjalanan sampai ke puncak Batutumonga. Selain pemandangan alam, terlihat beberapa rumah adat dan pekuburan batu dimana adat di Tana Toraja masih menguburkan jenasah dalam batu yang sudah dilubangi.


Di puncak Batutumonga ini banyak terdapat penginapan yang disediakan bagi para pengunjung yang mau menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Tetapi saya memilih kembali ke Rantepao, jalur yang saya pilih untuk kembali bukan jalur yang saya lalui sebelumnya. Mengikuti beberapa kendaraan yang lewat dan bertanya kepada penduduk menunutun saya bisa kembali ke Rantepao. Tetapi ternyata jalur ini lebih parah kerusakan daripada jalur naik yang saya lewati, hampir semua jalanan rusak tak beraspal.

Sejenak saya berhenti beristirahat, duduk diatas sebuah batu sambil menikmati keindahan alam yang begitu memukau mata....

Kamis, 21 November 2013

Mendadak Jogja

A : Bagaimana kalo sekali-kali kita pindah tempat nongkrong??
B : Bagaimana kalo kita ke Jogja??
C : Boleh, tentukan dulu tanggalnya..
A : Pertengahan bulan depan saja
B : Cari tiket kalo begitu
C : Okeehhh
-----Percakapan tiga orang yang lagi nongkrong di tempat ngopi pas Bulan Oktober-------

Ternyata percakapan yang semula saya kira cuma iseng saja terjadi juga, setelah nge-update harga tiket setiap minggunya (berharap dapat murah, jatuhnya mahal juga... :D) tiket pulang lebih duluan kebeli, so mau gak mau harus tetap beli tiket perginya... 

Jumat, 15 November 2013 pukul 19.55 wita (kalo gak delay) adalah waktunya boarding menuju Jogja. Setelah terburu-buru mengerjakan pekerjaan kantor akhirnya saya bisa tiba di Bandara Hasanuddin Makassar, syukurnya teman perjalanan saya (sebut saja namanya K'tyo) sudah tiba dan check in duluan so boarding pass aman.... :D
Setelah menunggu sejam karena delay, akhirnya terbang juga. Dan taulah banyak penumpang bergaya Cherry Belle berhasil membuat senior saya ini tidak bisa tidur nyenyak...hahahhaa...
Finally tiba di Jogja selama 2 jam penerbangan dan mendarat yang bisa dibilang kasar (lohh, maksudnya?!hehe)

Teman saya (sebut saja namanya Iguz) sudah menunggu di bagian kedatangan Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, dia sendiri baru tiba dari Bandung dengan kereta api. Setelah bertemu kami memutuskan ke penginapan untuk menyimpan barang dan bersih-bersih, karena perut lapar dan sedikit lelah kami memutuskan untuk mencari makan di sekitar hotel yaitu di Jl, Malioboro. Malam sudah cukup larut dan aktivitas di Malioboro malam itu tidak begitu ramai, mungkin pengaruh Jumat malam sehingga pengunjung belum ramai.

Sabtu, 16 November 2013...
Hari ini kami memutuskan mengunjungi Jogja dan Gunung Merapi di Kaliurang, jam 11.00 wib mobil rental yang kami sewa sudah siap di depan hotel. Yahh, mau gak mau kami memang harus menggunakan jasa rental mengingat keterbatasan waktu dan pengetahuan akan Jogja....hehehe

Tiba di Borobudur, kami harus berjalan kaki untuk bisa sampai ke atas dan hari itu pengunjung cukup ramai terutama anak sekolah yang sedang study tour. Untung saja cuaca saat itu cukup mendung sehingga tak harus merasakan kelelahan yang menyiksa.. *lebay pemirsa... :D


Setelah lelah mencapai puncak Borobudur kami memutuskan untuk turun dan mencari makan, jam sudah menunjukan pukul. 14.00 wib sangat wajar bila perut kami sudah memberontak memintah jatah untuk diisi. Warung-warung yang ada menyediakan makanan khas sana seperti pecel, gado-gado dan soto, tetapi kami bertiga lebih memilih indomie rebus sebagai pengganjal perut. Mungkin karena hobby, makan siang saat itu bisa juga mengenyangkan kami.

Dari Borobudur kami menuju Taman Nasional Gunung Merapi di Kaliurang, batas waktu memasuki air terjun di kawasan tersebut hanya sampai pukul 16.00, terlanjur berada di Kaliurang sayang rasanya kalau tidak touring ke Gunung Merapi. Disana ada penyewaan jeep harganya Rp. 250.000 yang muat cuma 5 orang dengan driver, kami memutuskan untuk menyewa satu jeep untuk berkeliling merapi. Walaupun cuaca saat itu kurang mendukung, kami tetap berhasil mengambil gambar di beberapa lokasi, sayangnya tidak dapat sampai ke lokasi tempat Mbah Marijan karena terlalu jauh dan hanya dapat diakses motor. Lokasi yang dapat dikunjungi adalah beberapa kali yang dulu mengalirkan lahar dingin, museum Merapi (rumah yang dulu dengan isinya hangus karena awan panas), batu alien yaitu batu yang menyerupai wajah, dan banker tempat bersembunyi/mengamankan diri dari awan panas.


Langit semakin gelap dan hujan turun semakin deras, kami memutuskan balik ke lokasi awal memulai touring ini. Badan sudah bermandikan air dan keringat, penampilan sudah tidak karuan lagi sehingga tidak ada pilihan lain selain pulang ke penginapan dan mandi... (kesannya habis ngangkut batu dari atas gunung merapi,hahahaa).... Dalam perjalanan pulang, perut kami minta diisi lagi sehingga memilih warung SS (Spesial Sambal) sebagai menu malam terakhir di Jogja. Dari rasa dan harga sudah cukup memuaskan tapi sayangnya pelayanan membuat kesabaran sedikit terganggu.... :D

Sampai di hotel dan mandi, kami memutuskan untuk keluar dan menuju titik nol (maksud dari titik nol sendiri saya tidak paham), di lokasi ini terdapat Gedung Pos pertama di Indonesia, Gedung BI, Gedung BNI 1946 dan juga Monumen Supersemar.


Minggu, 17 November 2013
Hari terakhir di Jogja, tidak ada tujuan lagi selain berjalan sepanjang Malioboro. Kebetulan senior saya ingin mencari buah tangan untuk teman kantornya, di kawasan ini memang terkenal sebagai pusat oleh-oleh khas Jogja. Pukul 11.00 wib kami sudah harus meninggalkan penginapan, teman saya yang satu sudah harus balik ke Semarang dan menggunakan bus travel jam 12.30 wib. Masih ada sedikit waktu untuk mengunjungi keraton walaupun dengan waktu yang cukup mepet, setelah itu bergegas ke travel bus mengantar teman saya. Dari travel bus itu, saya dan senior saya menuju bandara dan menunggu flight jam 15.55 wib, karena cuaca buruk (hujan deras) pesawatnya delay sejam. 


Yang paling penting dari perjalanan dadakan adalah selain persiapan dan teman jalan yang dapat dipercaya, pasangan yang ditinggal (kalo kalian punya) juga harus pengertian, sabar dan percaya sama pasangannya... *upssss, malah curhat colongan..hehehhe... ^_^

Selasa, 20 November 2012

Dieng Wonosobo

Yahhh, baru punya kesempatan membersihkan ruang kecil ini dan kembali menghiasi dengan cerita perjalanan saya yang tidak disangka dan tidak pernah ada dalam list utama tujuan traveling saya... *halahh, lebay sekali... :D

Dieng, yahh tempat ini sudah cukup terkenal yang merupakan tempat wisata yang ada di Jawa Tengah tepatnya di Kota Wonosobo. Apa yang bisa dilihat di tempat ini cukup banyak yaitu Telaga Warna, Kawah, Candi dan juga bisa melihat sunrise yang mungkin hampir sama dengan Bromo (saya belum pernah ke Bromo soalnya)hahahaa... :D

Saya tiba di kawasan ini pada malam hari, dan gilaaa suhunya sangat dingin (buat saya) tetapi untung sudah sedia payung sebelum hujan... Di kawasan Dieng banyak penginapan atau sejenis homestay yang harganya cukup terjangkau dan fasilitasnya memadai. Sempat gila juga saya bertanya, ruangannya ber-AC mas? si mas malah ketawa menjawab "kan sudah dingin mbak", saya lupaa mas...hahahhaa....

Setelah membuat janji sama pemilik penginapan yang juga mengantarkan tamunya untuk menikmati sunrise, saya beristrihat sejenak. Dan jam 4 subuh saya sudah tidak sabar menikmati sunrise, tetapi setibanya di disana ternyata harus naik ke puncak gunungnya dulu. walaupun tidak tinggi namun saya hampir merasa pingsan karena lelah tetapi setelah diatas semua terbayarkan... :D


Setelah matahari cukup tinggi, saya memutuskan untuk kembali turun dan untunglah penurunan lebih mengasyikkan dibanding pendakian,hehehehe... Setelah samapai di parkiran anda akan disambut tarian semacam topeng monyet dari warga setempat. Dan di area sekitar anda juga bisa melihat sebuah telaga kecil yang pemandangannya cukup indah...


Matahari sudah mulai menusuk walaupun udaranya masih cukup dingin, saya melanjutkan perjalanan menuju telaga warna. Jaraknya tidak begitu jauh dari tempat saya melihat sunrise, dan ternyata disini cukup banyak wisatawan asing juga loh... :D

Di area telaga warna ini bau belerang sudah mulai tercium, cukup mengganggu juga namun tak perlu khawatir karena ada beberapa warga yang menjual masker di kawasan tersebut. Setelah capek mengitari kawasan telaga warna ini, saya makin penasaran mengunjungi kawasan kawah belerang. Disana hawa belerang makin kerasa dan saya benar-benar melihat langsung kawahnya loh (so, gw harus bilang wow gitu?!hahaha).. Dari parkiran harus berjalan kaki lagi namun tidak begitu jauh dan bisa mnyewa motor atau kuda, tetapi saya hanya menggunakan jasa kuda untuk foto-foto saja... :D


Saya pun puas menghirup hawa belerang yang cukup mengganggu hidung saya, dan saya memutuskan untuk kembali ke penginapan dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan meninggalkan kawasan Dieng ini. Walaupun agak lelah namun pemandangan dalam perjalanan pulang sangat menghibur saya... :D
Sambil menyanyi "naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali... Kiri kanan kuliahat saja banyak phon cemaraaaa aaaaaa aaa"...
kalau kalian punya banyak waktu sempatkanlah mengunjungi kawasan Dieng ini dijamin akan terhiburr burrr burrr..... 


Salam travelling.... ^_^!!

Senin, 23 April 2012

Pantai di Kendari Sulawesi Tenggara

Kali ini saya akan sedikit mengenalkan pantai yang sudah saya jumpai di Kendari Sulawesi Tenggara. Ya Indonesia memang terdiri dari beberapa pulau maka tidak heran kalau laut dan pantai banyak dijumpai di negara kita ini. Sejak kepindahan saya di Kendari, saya terus mencari tempat yang bagus buat dikunjungi setidaknya membuat otak refresh dan penghibur dikala weekend.. (lebayy amattt),hahaha...
 Selama enam bulan terakhir inilah beberapa pantai yang berhasil bisa saya kunjungi (selain Pulau Hari tentunya,hehehe)..

1. Pantai Nambo
Pantai ini termasuk pantai yang menarik dan berpasir putih yang ada di Kendari, letaknya berada 12km selatan Kota Kendari. Tempat ini bisa diakses dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum (walaupun agak susah menemukannya). Tarif masuk Rp. 5.000 per orang, dimana didalamnya sudah terdapat restplace (semacam rumah-rumahan) dan juga beberapa penjual jajanan.




2. Kawasan Wawatu
Kawasan ini sebenarnya tidak menyerupai pantai pada umumnya terletak di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konsel, pantai ini terletak di kawasan tempat penelitian Perikanan dan Kelautan. Kawasan pantai ini juga bergabung dengan daerah penduduk yang mayoritas nelayan. Sebenarnya tempat ini selain untuk penelitian juga kawasan untuk snorkeling yang alatnya disewakan oleh tempat penelitian tersebut. Kapal yang disewakan seharga Rp. 100.000 bisa mengantarkan kita menyebrang ke pulau seberang, sayangnya saat itu cuma mampir dan tidak sempat untuk snorkeling,... T_T *tetapi foto yang saya dapatkan di area ini bikin saya terkagum-kagum...hehehe



 3.  Pantai Toronipa
Pantai Toronipa adalah pantai yang juga terkenal di Kendari terletak di Kecamatan Soropia Konawe, Kendari Sulawesi Tenggara yang bisa ditempuh selama 40 menit. Desa ini juga sudah dijadikan desa wisata daerah Sultra, pantai dengan pasir putih ini cukup ramai dikunjuni pada saat akhit pekan. Di pantai ini juga sudah tersedia area yang disewakan untuk beristirahat, biaya masuk juga terbilang murah hanya Rp. 5000 per orang. pantai ini banyak ditumbuhi pohon kelapa sehingga sangat adem dan sejuk.... :) Sayang gambarnya gak maksimal karena saat itu cuaca agak sedikit mendung... :D


5. Pantai Batu Gong
Pantai Batu Gong terletak 15 Km disebelah Utara kota Kendari yaitu di Kabupaten Konawe. Akses untuk ke area ini terbilang tidak mudah karena tidak ada angkutan umum yang menuju kesana, selain itu jalan yang dilewati kurang baik alias belum beraspal. Untuk bisa kesini harus punya kendaraan sendiri atau menyewa carteran angukutan umum. Pantai ini tidak jauh berbeda dengan Toronipa, fasilitas yang tersedia juga sudah cukup memadai. Nama Batu Gong berasal dari adanya batu serupa batu karang besar yang jika dipukul bisa menimbulkan batu suara menyerupai Gong.. *mungkin hanya legenda.. :D



Sebenarnya masih ada lagi pantai lainnya yang ada di Kendari cuma belum terdeteksi oleh saya,hehehe.. Yang lainnya mungkin ada di luar Kota Kendari sehingga dak begitu mudah buat saya jangkau, smoga di lain hari ada waktu buat mengunjungi pantai lainnya... Tetapi memang ya, pantai punya kesan tersendiri sehingga hampir semua orang suka mengunjungi pantai termasuk saya... ^_^!!