Tampilkan postingan dengan label Unik-Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik-Unik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2015

Food Combining

Sebenarnya bukan lagi ngikut trend Food Combining (FC) ini, cuma pas lagi sering banget sakit-sakitan terutama migren yang sering banget datangnya. Dipaksa ke dokter saya mah Ok saja, tetapi kalo dipaksa minum obat itu yang bikin saya mau nangis rasanya... Sampe sekarang gak pernah suka namanya obat... :D

Saya nemu FC ini lewat om google tapi bukan karena nge-search cara mengobati migren tetapi bagaimana caranya mengurangi (menghilangkan sekalian dehh.. :D) perut buncit, jadi merasa gak keren aja punya perut buncit..ahahhaha

Awalnya mau coba diet mayo, ahh tapi rasanya gak sanggup banget dengan menu yang ditampilkan, akhirnya berniat mencoba FC ini. Hasil googling ini, saya belajar tentang FC. Jadi kesimpulan saya bahwa FC sebenarnya bukan diet untuk kurus, tetapi diet dengan memperbaiki pola makan. Jadi nanti sebagai bonusnya bisa mendapatkan berat yang ideal. Dan dari beberapa komen orang-orang tentang FC, sakit migren, alergi, batuk bisa berkurang dan mungkin sembuh.

Disini saya cuma mau berbagi info sihh yang saya dapat juga dari beberapa sumber, secara baru 2 minggu mencoba FC ini dan masih abal-abal kalo mau dibilang berbagi pengalaman..ahahha, *ya kali, sapatau bulan depan sudah berhenti FC,, tetapi semoga bisa terus-terusan dehh... ^_^

Yang perlu diketahui dari FC ini adalah :
A. Fase Makan
1. Pukul. 12.00 s.d Pukul 20.00 adalah Fase Pencernaan
Rentan waktu ini adalah waktu yang paling tepat untuk makan makanan yang sulit dicerna tubuh seperti karbohidrat, protein dan sayuran. Makanan berlemak cukup lama dicerna tubuh 6-8 jam jadi harus bisa dikurangi. Dan usahakan berhenti makan sejam sebelum pukul 20.00.
2. Pukul 20.00 s.d Pukul 04.00 adalah Fase Penyerapan
Makanan yang sudah kita cerna akan diserap sari-sarinya oleh tubuh kita dalam rentan waktu ini. Jadi yang lebih benarnya adalah makanan diserap tubuh adalah malam hari, usahakan kurangi begadang tiap malam ya...
3. Pukul 04.00 s.d Pukul 12.00 adalah Fase Pembuangan
Sisa-sisa makanan yang tidak diserap tubuh akan dibuang pada fase ini, jadi dalam fase ini kita tidak perlu makanan yang berat-berat lagi, cukup buah saja.

B. Pola Makan
Pola makan untuk FC adalah sama dengan bisanya, tetap makan siang dan makan malam cuma untuk makan malam diusahakan pukul 18.00 s.d Pukul 19.00 dan yang perlu diperhatikan adalah makanan yang kita makan.

Biasakan untuk makan tidak menggabungkan  karbohidrat dan protein, jadi pilih salah satunya saja dengan menambahkan sayuran sebagai temannya.

Pagi hari saat bangun pagi biasakan minum air hangat diberi perasan jeruk nipis dan dimum pelan-pelan. Nah, dipagi hari saat jam 08.00 s.d 11.00 makan buah secara pelan-pelan dan bertahap (jangan langsung dihabiskan maksudnya) .

Siang hari jam 12.00 bisa makan siang pilih karbohidrat+sayuran atau protein+sayuran, untuk menunya bisa langsung di googling saja ya...:D Kalo siangnya sudah makan karbohidrat+sayuran berarti untuk makan malam  (Pukul 18.00 s.d Pukul 19.00) bisa memilik protein+sayuran. Bisa juga bergantian. Kalo sore hari lapar, bisa makan buah di jam 16.00 berupa pisang satu biji (bukan satu sisir.. :D) atau buah lainnya seperti pepaya.

Nah mungkin itu yang bisa saya bagi, untuk lebih jelasnya sih om google bisa bantu jawab. Alhamdulillah 2 minggu mencoba, migrennya belum datang-datang lagi (mungkin karena mencoba dak setress juga,ahahhaa) Kalo BB belum turun sih, mungkin di angka ini sudah kategori ideal.. :P

Selasa, 28 Oktober 2014

Dari Balikpapan ke Banjarmasin

Tadaaaa, ini perjalanan yang tiba-tiba dan gak jelas yang pernah aku lakukan seumur hidupku.. Halaahh, sampai lebay gitu...hihiih.. Tetapi penasaran sama Kalimantan untuk segera diinjak membuat aku nekat kesana walaupun pada akhirnya menuai sedikit perselisihan dengan pihak lain... :D

Jumat siang aku sudah beranjak dari kantor ke bandara dengan bekal ijin dari penyelia, maklum lah ya jam kantor belum kelar, bahasa halusnya sihh membolos... Sampai di bandara yang nyaris telat, aku check in dan segera menuju ke ruang tunggu menunggu penerbangan ke Balikpapan.

Sampai di Balikpapan dijemput teman kuliah dan dijamu dengan baik oleh mereka. Makan kepiting yang katanya terkenal di kota itu menjadi pilihan aku, dan dibawa ke tempat makan bernama Dandito yang ternyata bisa dibilang paling terkenal disana. 

Habis makan, aku diajak nongkrong oleh mereka di tempat semacam kafe yang ada live music nya, tempatnya gak mengecawakan sih dan serasa ada di Bali dengan konsep kafe nya itu. Kalo gak salah ingat sih namanya 'Warjo", semoga gak salah ingat... :D


Besoknya aku melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, inilah tujuan aku yang sebenarnya untuk melihat Pasar Terapung yang sedikit membuat aku penasaran. Lagi-lagi aku dijemput teman kampus aku sesama di Mapala bersama istrinya yang juga teman kampus. Numpang di rumah mereka semalam dan minggu subuh diantar pula ke lokasi pasar terapung di Sungai Barito yaitu Pasar Terapung Lok Baintan. 

Sayangnya pagi itu kabut asap menghiasi langit Sungai Barito, katanya lagi banyak hutan gambut yang terbakar sehingga pemandangan tidak terlihat dengan jelas. Bahkan di lokasi pasar terapung, kabut asap masih terlihat, tetapi sekali lagi jangan sampai kabut asap menghalangi kenarsisan aku.. :D

Karena sudah berada di banjar, tak lupa aku mencicipi Soto Banjar asli buatan orang sana dan langsung dari kota sebenarnya. Soto Pak Amat (semoga gak salah juga namanya) ini sangat ramai pengunjung karena memang merupakan lokasi sewa perahu untuk ke pasar terapung. Dari rasa dan tampilan sangat beda dengan buatan orang di kota aku, kalau kalian mau tau mungkin lebih baik mencicipi langsung disana...hihihi

Selamat pagi Sungai Barito... :)


Di Banjarmasin juga terdapat Pasar Martapura bagi kalian yang menukasi perhisan dari batu seperti cincin, mata kalung dan lainnya. Aku sempat berkunjung kesana tapi tak tertarik untuk membeli,,, seperti bahasa pembenaran karena dompet kosong...hihihi.. :D

Kamis, 28 November 2013

Rammang-Rammang Maros

This is late post,hehehe... :D
Kunjungan ke tempat ini sudah beberapa bulan yang lalu tapi karena kelamaan gak ngeblog jadi baru sempat saya ceritakan. Tetapi saya tidak mau bercerita lebih banyak lagi dan hanya ingin berbagi gambar saja biar ketahuan indahnya tempat ini.

Lokasi Desa Rammang-Rammang terletak di Kab. Maros, Sulsel tepatnya berada di jalan masuk pabrik semen Bosowa. Untuk sampai ke tempat ini dapat menggunakan kendaraan motor dan mobil. Walaupun jalan agak sempit dan tidak beraspal tapi tidak sampai merusak kendaraan anda.... :D










Jadi di Rammang-Rammang ini terdapat penyewaan perahu untuk ke desa yang ada di dalam, biaya sewa kapal kurang lebih Rp. 150rb - Rp. 200rb tapi masih bisa ditawar buat yang jagi menawar... :D
Pemandangan yang terlihat seperti gambar-gambar saya diatas, batu karts yang tampak di sepanjang jalan menuju tempat penyewaan kapal tersebut dan kalo anda penasaran silahkan berkunjung langsung kesana.... ^_^

Rabu, 27 November 2013

Batutumonga Tana Toraja

Yeah, setelah berulang kali mengunjungi Tana Toraja baru pada kesempatan ini berhasil menginjakan kaki di Batutumonga, kawasan ini merupakan kawasan tinggi yang ada di Tana Toraja.
Weekend kemarin saya mengunjungi Tana Toraja (untuk part kesekian kalinya), Sabtu pagi tiba di Kota Rantepao setelah menempuh perjalanan +/- 8jam dengan bus. Sekarang sudah banyak bus yang berangkat dari Makassar menuju Toraja terserah mau pilih yang jam 10 pagi atau jam 10 malam, harga standar Rp. 125rb per seat-nya.

Sabtu pagi, saya tiba di Kota Rantepao yang merupakan kawasan wisata Tana Toraja. Untuk sampe ke Rantepao saya terlebih dahulu melalui Kota Makale, kota ini cukup ramai dengan aktivitias pemerintahan. Saya disambut dengan patung selamat datang yaitu Patung Lakipadada yang merupakan bangsawan di Tana Toraja.


Setelah sampai di rantepao, saya mencari penginapan dan beristirahat sejenak. Siang hari mencari makan siang dan menyewa motor milik salah satu pegawai penginapan yang saya tempati. Setelah makan siang, saya langsung capcuss menuju Batutumonga dengan berbekal jalur yang diketahui lewat informasi pegawai hotel. 

Jalan yang dilewati merupakan pendakian (yaiyalaah, kan menuju puncak), masih banyak terdapat penduduk dengan rumah-rumah model khas Tana Toraja. Jalan yang saya lewati tidak begitu mulus, sebagian jalan sudah rusak tetapi pemandangan yang nampak seperti penampakan (hahahaha) berhasil mengalihkan pandangan saya dari jalan yang rusak tersebut.

Dan terenteng teng teng, inilah beberapa gambar yang berhasil saya ambil selama perjalanan sampai ke puncak Batutumonga. Selain pemandangan alam, terlihat beberapa rumah adat dan pekuburan batu dimana adat di Tana Toraja masih menguburkan jenasah dalam batu yang sudah dilubangi.


Di puncak Batutumonga ini banyak terdapat penginapan yang disediakan bagi para pengunjung yang mau menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Tetapi saya memilih kembali ke Rantepao, jalur yang saya pilih untuk kembali bukan jalur yang saya lalui sebelumnya. Mengikuti beberapa kendaraan yang lewat dan bertanya kepada penduduk menunutun saya bisa kembali ke Rantepao. Tetapi ternyata jalur ini lebih parah kerusakan daripada jalur naik yang saya lewati, hampir semua jalanan rusak tak beraspal.

Sejenak saya berhenti beristirahat, duduk diatas sebuah batu sambil menikmati keindahan alam yang begitu memukau mata....

Selasa, 20 November 2012

Samalona Makassar

Nahh, ini perjalanan terbaru saya yang sangat ingin saya tulis di ruang kecil saya ini.. Masa iyya bercerita keindahan kota lain tetapi kota sendiri tak disampaikan (padahal sebenarnya baru punya kesempatan berkunjung ke Samalona,hehehhe).... :D

Samalona adalah sebuah pulau kecil yang berpenghuni yang saat ini sudah menjadi tempat wisata yang cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan. Untuk sampai kesana, kita bisa menggunakan kapal kecil yang berangkat dari Pelabuhan Bangkoang, biasanya kapal tersebut dicarter dengan tarif sekitar Rp. 300ribu untuk pergi dan pulangnya. So tak usah khawatir lagi ditinggal kapal,hehehee.. :D

Waktu tempuhnya juga tidak begitu lama +/- 20 menit lah, kapasitas kapal juga bisa mencapai 10 orang yang penting badannya gak kayak gajah semuaa...hehehehe.. tetapi pemandangan lautnya bikin perjalanan menjadi menyenangkan... :)


Pantai Samalona menampilkan keindahan pasir putih, disini fasilitas yang ada cukup memadai walaupun semuanya mempunyai tarif seperti balai-balai yang disewakan dan juga toilet yang dipungut biaya... tetapi itu sebandinglah dengan keindahan yang bisa dinikmati disana. Nahh, saya cuma mau berbagi foto-foto selama di Samalona...

Ke pulau ini memang lebih asyik kalo rame-rame, maksudnya biar foto-fotonya juga banyakk,hahahhaa.. Ini mah obsesi jadi model kayaknya yaaa.. :D

Totally, saya menjadi terhibur dengan perjalanan ke Samalona kemarin. Pikiran yang lagi kacau dengan masalah ini dan itu seketika hilang (dirumah baru muncul lagi, #ehh?!). Dan itulah hidup, selalu ada masalah namun selalu ada cara untuk mengobatinya.. engg ingg enggg... :D


Just do what you like and can make you happy.... ^_^!!
Ayookkkk liburaaannnn.....hehehhee.. :D

Sunset di Kuta

Pantai Kuta memang terkenal sebagai pantai yang cukup indah di Indonesia, apalagi pantai tersebut menyajikan pemandangan sunset yang sangat mengagumkan. Walaupun sunset juga bisa dinikmati di beberapa daerah di Indonesia yang mungkin belum cukup dikenal.

Sebnarnya sih dimana saja yang namanya sunset pasti sama, wong matahari nya itu juga kok cuma mungkin suasananya yang akan membedakan keindahan sunset itu. Yahh, dan entah kenapa sunset itu selalu menciptakan suasana yang romantis ya, apa karena warna langit tiba-tiba menjadi merah dan serasa teduh... (aduhh, bahasanya juga menjadi melo gini ahh)... Tetapi semua orang pasti sepakat dengan pernyataan saya ini, iya kan?! :D
Ahh, intinya sihh saya cuma ingin berbagi keindahan tentang Indonesiaaa.... *pembenaran*hehehee...


Salam senja.... ^_^!!

Kuil Sampo Kong

Nahh, masih berada di kawasan Jawa Tengah saya hanya akan sedikit share foto-foto di Kuil Sampo Kong yang ada di Semarang. Kota Semarang memang banyak tempat wisata yang bersejarah mungkin karena kota ini ibaratnya kota yang masih berbau dengan adat istiadat (ini menurut pandangan mata dan pikiran saya, nah loh)... :D

Karena waktu yang hanya sebentar maka tidak banyak tempat yang bisa saya kunjungi di kota ini (yaeelah, memang cuma satu saja yang dikunjungi). Saya memilih kuil Sampo Kong biar serasa jalan-jalan ke luar negeri (sapatau ada rejeki bisa mengunjungi China nanti, amiiinnn)hehehe... Tetapi mengenai legenda pastinya tentang kuil ini saya tidak tau banyak dan saya hanya membaca lewat internet juga. Intinya sihh cuma foto-foto saja.... Ini mah kebiasaan anak ababil alias abg labil,hohohoohh... :D

Di tempat ini, kita cukup membayar Lima Ribu untuk masuk ke dalam kawasan Sampo Kong namun untuk ke kuilnya bayar lagi sebesar duapuluh ribu. Disini juga ada jasa foto dengan memakai pakaian kebangsaan China namun saya tidak mencoba untuk foto dengan kostum itu, sedihhh dehhh... T_T


Sepertinya foto-foto diatas sudah membuktikan kenarsisan saya di depan kamera, heehehhe... Tetapi tanpa foto-foto juga perjalanan saya mungkin tidak bisa saya ungkapkan kepada kaliann... :D :D

Selasa, 24 April 2012

Air Terjun Moramo Sultra

Kalau berkunjung ke kota lain itu hal yang paling dicari adalah tempat wisatanya. Sejak merantau ke Kendari, hal yang bisa membuat saya sedikit terhibur disini adalah tempat wisatanya. Ketika pertama kali datang, hal yang saya cari adalah  info tempat wisatanya. Banyak yang bilang tentang Air Terjun Moramo ini, tetapi karean jarak yang cukup jauh dan akses yang tidak mudah dijangkau kendaraan umum maka kesempatan untuk mengunjungi tempat ini selalu tertunda dan tertunda. Dan hanya karena perbincangan sesama teman perantau akhirnya weekend kemarin kami memutuskan untuk ke Moramo.


Lokasi Air terjun Moramo terletak di Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan sekitar 70km dari pusat Kota Kendari. Air terjun ini berada dalam kawasan hutan Suaka Alam Tanjung Peropa sehingga untuk tiba di lokasi harus berjalan kaki sekitar 1km dari area parkir. Awalnya sempat nekat buat cari angkutan umum untuk kesana, tapi Alhamdulillah teman kantor mau meminjamkan mobilnya kepada kami sehingga kami tidak bersusah payah mencari angkutan kesana, hehehehe... :D
Sesampainya di kawasan tersebut kita langsung disambut pohon yang menjulang tinggi, dan namanya juga mau masuk hutan signal pun tak lagi terjangkau...


Selama perjalanan menuju air terjun, keindahan hutan membuat jalan kaki tidak terasa selain karena adem juga banyak terdapat air terjun mini. Selain suara jangkrik juga gemercik air membuat saya menemukan sesuatu hal yang sudah lama tidak saya rasakan yaitu menyatu dengan alam (maap kalo bahasanya sedikit berlebihan,hehehe). Pokoknya sesuatu yang sangat sulit saya ungkapkan dengan kata-kata,fuuufuuuu... :D




Untuk sampai ke air terjun harus menaiki anak tangga dulu, tidak banyak kok dan tidak melelahkan karena pas sampai di anak tangga terakhir kita langsung disambut suara air terjun dan keindahannya. Kalau saya hitung sih air terjun ini terdapat 10 tingkat, tetapi ada juga yang bilang kalau cuma 7 tingkat. Di lokasi ini juga tersedia rumah-rumah buat beristirahat yang disewakan oleh penduduk sekitar. Dan juga ruang bersih-bersih dan ganti pakaian yang cukup bersih.


Saya yang dak niat buat basah justru malah tidak bisa menahan hasrat saya buat menikmati aliran air yang mengagumkan (aisshh, bahasanya keliatan galau yakk?!hahaha). Tapi airnya cukup bersih dan dingin, brrrrr....

Menurut saya air terjunnya memang keren banget banget banget...hehehe,, terkadang hasil gambar memang dak sebagus sama yang aslinya tapi yang saya liat langsung begitu membuat saya kagum sama ciptaan Tuhan..^_^!.. Jadi kalau sempat main ke kota ini, luangkan waktulah buat berkunjung ke Moramo dan lihat keindahannya... :D

Senin, 23 April 2012

Pantai di Kendari Sulawesi Tenggara

Kali ini saya akan sedikit mengenalkan pantai yang sudah saya jumpai di Kendari Sulawesi Tenggara. Ya Indonesia memang terdiri dari beberapa pulau maka tidak heran kalau laut dan pantai banyak dijumpai di negara kita ini. Sejak kepindahan saya di Kendari, saya terus mencari tempat yang bagus buat dikunjungi setidaknya membuat otak refresh dan penghibur dikala weekend.. (lebayy amattt),hahaha...
 Selama enam bulan terakhir inilah beberapa pantai yang berhasil bisa saya kunjungi (selain Pulau Hari tentunya,hehehe)..

1. Pantai Nambo
Pantai ini termasuk pantai yang menarik dan berpasir putih yang ada di Kendari, letaknya berada 12km selatan Kota Kendari. Tempat ini bisa diakses dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum (walaupun agak susah menemukannya). Tarif masuk Rp. 5.000 per orang, dimana didalamnya sudah terdapat restplace (semacam rumah-rumahan) dan juga beberapa penjual jajanan.




2. Kawasan Wawatu
Kawasan ini sebenarnya tidak menyerupai pantai pada umumnya terletak di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konsel, pantai ini terletak di kawasan tempat penelitian Perikanan dan Kelautan. Kawasan pantai ini juga bergabung dengan daerah penduduk yang mayoritas nelayan. Sebenarnya tempat ini selain untuk penelitian juga kawasan untuk snorkeling yang alatnya disewakan oleh tempat penelitian tersebut. Kapal yang disewakan seharga Rp. 100.000 bisa mengantarkan kita menyebrang ke pulau seberang, sayangnya saat itu cuma mampir dan tidak sempat untuk snorkeling,... T_T *tetapi foto yang saya dapatkan di area ini bikin saya terkagum-kagum...hehehe



 3.  Pantai Toronipa
Pantai Toronipa adalah pantai yang juga terkenal di Kendari terletak di Kecamatan Soropia Konawe, Kendari Sulawesi Tenggara yang bisa ditempuh selama 40 menit. Desa ini juga sudah dijadikan desa wisata daerah Sultra, pantai dengan pasir putih ini cukup ramai dikunjuni pada saat akhit pekan. Di pantai ini juga sudah tersedia area yang disewakan untuk beristirahat, biaya masuk juga terbilang murah hanya Rp. 5000 per orang. pantai ini banyak ditumbuhi pohon kelapa sehingga sangat adem dan sejuk.... :) Sayang gambarnya gak maksimal karena saat itu cuaca agak sedikit mendung... :D


5. Pantai Batu Gong
Pantai Batu Gong terletak 15 Km disebelah Utara kota Kendari yaitu di Kabupaten Konawe. Akses untuk ke area ini terbilang tidak mudah karena tidak ada angkutan umum yang menuju kesana, selain itu jalan yang dilewati kurang baik alias belum beraspal. Untuk bisa kesini harus punya kendaraan sendiri atau menyewa carteran angukutan umum. Pantai ini tidak jauh berbeda dengan Toronipa, fasilitas yang tersedia juga sudah cukup memadai. Nama Batu Gong berasal dari adanya batu serupa batu karang besar yang jika dipukul bisa menimbulkan batu suara menyerupai Gong.. *mungkin hanya legenda.. :D



Sebenarnya masih ada lagi pantai lainnya yang ada di Kendari cuma belum terdeteksi oleh saya,hehehe.. Yang lainnya mungkin ada di luar Kota Kendari sehingga dak begitu mudah buat saya jangkau, smoga di lain hari ada waktu buat mengunjungi pantai lainnya... Tetapi memang ya, pantai punya kesan tersendiri sehingga hampir semua orang suka mengunjungi pantai termasuk saya... ^_^!!